Sejarah MA Nahdlatul Muslimin

17 Februari 2025 16:02:01

 

Akar Perjuangan Pendidikan Nahdlatul Muslimin

Sejarah MA Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang pendidikan Nahdlatul Muslimin dan Yayasan Darussalam 1969.

Perjalanan tersebut lahir dari kepedulian para alim ulama dan tokoh masyarakat Undaan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat. Pada akhir dekade 1960-an, akses menuju pendidikan formal belum semudah sekarang. Kondisi jalan dan transportasi masih terbatas, sementara perjalanan menuju lembaga pendidikan di pusat kota membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Keadaan tersebut mendorong para ulama dan tokoh masyarakat untuk bermusyawarah dan berikhtiar menghadirkan pendidikan yang lebih dekat serta lebih mudah dijangkau masyarakat Undaan.

Dari kepedulian, kebersamaan, dan semangat pengabdian itulah perjalanan pendidikan Nahdlatul Muslimin bermula.

Para Pendiri dan Perintis

Perjuangan pendidikan Nahdlatul Muslimin digerakkan oleh para alim ulama dan tokoh masyarakat yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan generasi muda.

Gerakan awal berada di bawah kepemimpinan K.H. Ahmad Fatah sebagai Rais Suriyah dan K.H. Aly Munawar sebagai Ketua Tanfidziyah. Bersama para tokoh lainnya, mereka meletakkan pondasi bagi tumbuh dan berkembangnya pendidikan Nahdlatul Muslimin.

Tokoh-tokoh pendiri yang tercatat dalam dokumentasi sejarah Yayasan Darussalam 1969 adalah:

  1. K.H. Ahmad Fatah — Rais Suriyah

  2. K.H. Aly Munawar — Ketua Tanfidziyah

  3. Bapak Syaiful Hadi

  4. H. Yusuf

  5. H. Nur Yasin

  6. Bapak Winarto

  7. K.H. Tolhah

  8. H. Abdur Rochim

  9. K.H. Muhyiddin

  10. K. Moh. Wahib

  11. H. Masduki

  12. Bapak Suyono

  13. Drs. H. Malichan

  14. K. Moh. Dimyati

Mereka berasal dari latar belakang dan peran yang berbeda, tetapi dipertemukan oleh semangat yang sama: menghadirkan pendidikan Islam yang dapat dijangkau masyarakat serta mempersiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, nusa, dan bangsa.

Merintis Lembaga dengan Segala Keterbatasan

Mendirikan lembaga pendidikan pada masa itu bukan perkara sederhana. Selain membutuhkan dukungan masyarakat, diperlukan perjuangan administratif agar lembaga yang dirintis memiliki dasar dan pengakuan yang kuat.

Dalam perjalanan tersebut, Drs. H. Malichan dan K. Moh. Dimyati mendapat amanah untuk menangani proses administrasi pendirian madrasah.

Nama Nahdlatul Muslimin dipilih bukan sekadar sebagai identitas. Di dalamnya terkandung cita-cita tentang kebangkitan kaum Muslimin melalui pendidikan, penguatan ilmu dan nilai agama, serta pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Belajar dari Satu Tempat ke Tempat Lain

Pada masa awal, Nahdlatul Muslimin belum memiliki gedung sendiri.

Kegiatan pendidikan dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Proses belajar pernah berlangsung di Madrasah Diniyah Miftahul Falah Undaan Tengah, kemudian berpindah ke fasilitas pendidikan di Undaan Kidul Gang 12.

Keterbatasan tempat tidak menghentikan proses pendidikan. Para pendiri, pendidik, murid, dan masyarakat tetap menjaga keberlangsungan kegiatan belajar sambil terus berikhtiar agar lembaga mempunyai tempat yang lebih permanen.

Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain tersebut menjadi bagian penting dari sejarah Nahdlatul Muslimin. Lembaga ini tidak tumbuh dari kemudahan, tetapi dari kebersamaan, pengabdian, dan keteguhan dalam memperjuangkan pendidikan.

Tahun 1980: Memiliki Rumah Sendiri

Salah satu tonggak penting dalam perjalanan Nahdlatul Muslimin terjadi pada tahun 1980.

Pada tahun tersebut, K.H. Bisri mewakafkan sebidang tanah di Undaan Kidul Gang 13 untuk pengembangan pendidikan Nahdlatul Muslimin. Wakaf tersebut memberikan tempat yang lebih menetap bagi lembaga untuk tumbuh dan berkembang.

Dari lokasi inilah lingkungan pendidikan Nahdlatul Muslimin semakin berkembang. Bangunan bertambah, jumlah murid meningkat, dan program pendidikan semakin luas.

Dari tempat yang dahulu sederhana, perlahan tumbuh sebuah lingkungan pendidikan yang terus melayani generasi demi generasi.

Yayasan Darussalam 1969 dan Perkembangan Lembaga

Seiring berkembangnya lembaga pendidikan, dibutuhkan tata kelola yang semakin kuat agar perjuangan dapat diteruskan lintas generasi.

Yayasan Darussalam 1969 kemudian menjadi payung bagi perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Muslimin.

Di bawah naungan yayasan, lingkungan pendidikan Nahdlatul Muslimin berkembang melalui Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Muslimin, Madrasah Aliyah Nahdlatul Muslimin, dan Pondok Pesantren Nahdlatul Muslimin.

Perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari sinergi para alim ulama, pengurus yayasan, pengelola madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, wakif, donatur, orang tua murid, alumni, dan masyarakat.

Berdirinya MA Nahdlatul Muslimin

Perkembangan pendidikan Nahdlatul Muslimin kemudian melahirkan kebutuhan untuk menyediakan pendidikan Islam pada jenjang yang lebih tinggi.

Pada 26 Februari 1986, berdirilah Madrasah Aliyah Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus.

Kehadiran MA Nahdlatul Muslimin membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan menengah atas dalam lingkungan yang tetap kuat dalam nilai-nilai keislaman, sekaligus memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan zaman.

Sejak saat itu, MA Nahdlatul Muslimin menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan Yayasan Darussalam 1969.

Bertumbuh Mengikuti Perkembangan Zaman

Dari masa ke masa, MA Nahdlatul Muslimin terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan murid dan masyarakat.

Madrasah tidak hanya memperkuat pendidikan keagamaan dan akademik, tetapi juga mengembangkan teknologi pembelajaran, budaya literasi, bahasa, riset, olahraga, pengembangan minat dan bakat, serta berbagai program yang membantu murid mempersiapkan masa depannya.

Saat ini, MA Nahdlatul Muslimin mengembangkan tiga layanan kelas, yaitu:

  1. Kelas Reguler

  2. Kelas Unggulan Akademik

  3. KKO — Kelas Khusus Olahraga

Arah pendidikan juga berkembang mengikuti keragaman cita-cita murid. Sebagian murid dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sebagian mengembangkan prestasi akademik maupun olahraga, sementara program vokasi bagi murid kelas XII membuka pilihan bagi murid yang ingin mempersiapkan diri menuju dunia kerja di Jepang.

Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, MA Nahdlatul Muslimin tetap berpijak pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, pembentukan karakter, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Komitmen terhadap lingkungan tersebut juga diwujudkan melalui budaya Adiwiyata yang telah mengantarkan MA Nahdlatul Muslimin menjadi Madrasah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Warisan Perjuangan yang Terus Dilanjutkan

Jika hari ini MA Nahdlatul Muslimin memiliki gedung, ruang belajar, teknologi, program unggulan, berbagai prestasi, serta kesempatan pendidikan yang semakin luas bagi murid, semuanya tidak lahir dalam satu waktu.

Di belakangnya terdapat perjalanan panjang para ulama, pendiri, wakif, pendidik, pengelola, orang tua, alumni, dan masyarakat yang telah memberikan tenaga, pikiran, harta, doa, serta pengabdian untuk pendidikan.

Dari ruang belajar yang dahulu harus berpindah-pindah hingga menjadi lingkungan pendidikan yang terus berkembang, ada satu keyakinan yang tetap dijaga: pendidikan dapat membuka jalan bagi masa depan generasi berikutnya.

Program, fasilitas, dan teknologi akan terus berubah mengikuti zaman. Namun nilai yang diwariskan para pendiri tetap menjadi pijakan dalam melanjutkan perjalanan pendidikan Nahdlatul Muslimin.

Menjaga ilmu, membentuk akhlak, menyiapkan masa depan.

Saksikan Perjalanan Sejarah Nahdlatul Muslimin

Kisah tentang para pendiri, awal perjuangan madrasah, serta perkembangan lembaga pendidikan Nahdlatul Muslimin dan Yayasan Darussalam 1969 dapat disaksikan lebih lengkap melalui video dokumentasi sejarah berikut:

Saksikan Video Sejarah Nahdlatul Muslimin di YouTube

 

Info Terbaru

17 SEP 2026 12:09:37
  MA Nahdlatul Muslimin Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat...
20 JUL 2026 13:09:21
  Kepercayaan Masyarakat Terus Tumbuh, MA Nahdlatul Muslimin...
08 JUL 2026 17:02:08
  25 Guru Nahdlatul Muslimin Raih Gelar Magister dari UNISNU...

Kategori Informasi

Info Lainnya